Pengertian Jerawat
Salah satu jenis penyakit kulit
yang paling sering dialami oleh orang-orang pada usia remaja dan dewasa adalah penyakit
jerawat. Sebenarnya penyakit ini bukanlah termasuk penyakit yang berbahaya
namun bisa mengurangi rasa percaya diri pada seseorang. Kulit wajah yang banyak
terdapat jerawat dapat menyebabkan penderitanya malu untuk berinteraksi sosial
dengan masyarakat.
Jerawat atau kukul dalam bahasa
Jawa merupakan kelainan kulit yang bersifat umum, menyerang hampir semua remaja
yang berusia sekitar 16-19 tahun, bahkan bisa terus berlanjut sampai usia 30
tahun. Jerawat paling banyak terdapat pada bagian wajah, tetapi dapat juga terjadi
pada bagian punggung, dada, dan bahu. Di badan, jerawat biasanya terkonsentrasi
dekat garis tengah tubuh.
Jerawat (acne) adalah gangguan pada kulit yang terjadi karena adanya penyumbatan
pada saluran kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak). Meskipun bukan termasuk
jenis penyakit yang berbahaya, tetapi jerawat dapat menimbulkan bekas parut
yang mengganggu. Hal ini dapat menyebabkan gangguan psikis dan berpotensi
memicu beberapa masalah seperti rasa rendah diri, takut untuk bersosialisasi
dan depresi. Jerawat paling sering terjadi pada remaja, namun dapat juga terjadi
pada semua usia.
Menurut BPOM, jerawat atau acne didefinisikan
dengan penyakit kulit obstruktif dan inflamatif kronik pada unit pilosebasea yang
sering terjadi pada masa remaja. Acne sering menjadi tanda pertama pubertas dan
dapat terjadi satu tahun sebelum menarkhe atau haid pertama. Onset acne pada perempuan
lebih awal daripada laki-laki karena masa pubertas perempuan umumnya lebih dulu
daripada laki-laki.
Sedangkan menurut sumber dari
Wikipedia Indonesia, jerawat diartikan sebagai suatu keadaan di mana pori-pori
kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang.
Pengertian lain jerawat adalah
suatu kondisi kulit yang tidak normal di mana terjadi infeksi dan radang pada
kelenjar penghasil minyak (kelenjar sebasea) pada kulit manusia. Jerawat bentuknya
memang tidak enak dilihat oleh mata, mengganggu dan membuat kita kurang percaya
diri saat berada di depan umum. Kadangkala jerawat pun bisa terasa agak sakit
jika disentuh sehingga membuat kita ingin bisa segera terbebas dari penyakit
ini.
Penyebab Jerawat
Meskipun penyebab jerawat belum bisa
diketahui secara pasti, namun munculnya jerawat sering dihubungkan dengan
perubahan hormonal yang merangsang kelenjar sebasea di kulit sehingga menghasilkan
minyak lebih banyak dan terjadi penyumbatan. Perubahan hormonal biasa terjadi
pada masa pubertas, kondisi menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB atau stres.
American Academy of Dermatology mengeluarkan
rekomendasi pada tahun 2007 bahwa restriksi kalori tidak memiliki dampak pada
pengobatan acne dan bukti-bukti yang ada belum cukup kuat untuk menghubungkan
konsumsi makanan tertentu dengan acne. Namun ada beberapa penelitian yang menemukan
bahwa produk olahan susu dapat memperberat acne. Produk olahan susu, mungkin
juga makanan lain, mengandung hormon 5 α reduktase dan prekursor DHT lain yang dapat
merangsang kelenjar sebasea.
Kebiasaan buruk seperti merokok juga
ikut memberikan kontribusi terhadap kemunculan jerawat. Rokok mengandung banyak
asam arakhidonat dan hidrokarbon aromatik polisiklik yang menginduksi jalur
inflamasi melalui fosfolipase A2, dan selanjutnya merangsang sintesis asam
arakhidonat lebih banyak. Di samping itu, diduga terdapat reseptor asetilkolin
nikotinik keratinosit yang menginduksi hiperkeratinisasi sehingga terjadi
komedo. Para perokok biasanya juga sering mengkonsumsi menu makanan yang banyak
mengandung lemak jenuh dan sedikit lemak tidak jenuh sehingga asupan asam linoleat
lebih sedikit dibandingkan dengan bukan perokok.
Berikut ini beberapa penyebab
munculnya jerawat:
1.
Perubahan
aktivitas hormon yang terjadi pada pubertas menginjak masa remaja. Ketika
menginjak pubertas atau remaja, dalam tubuh seseorang akan menghasilkan hormon
seks (pria) yang disebut androgens yang cukup banyak sehingga merangsang
kelenjar sebasea untuk memproduksi minyak lebih banyak. Pada masa menstruasi wanita
juga akan terjadi perubahan hormonal yang bisa mengakibatkan munculnya jerawat.
2.
Disebabkan faktor
genetik bawaan dari orang tua. Jika Anda mempunyai keluarga (bisa bapak, ibu,
kakek atau nenek) yang merupakan penderita jerawat pada waktu masa mudanya
(karena kalau sudah tua biasanya sudah tidak berjerawat lagi), maka bisa dimungkinkan
jerawat yang Anda alami saat ini merupakan gen yang diwariskan oleh mereka.
3.
Tersumbatnya
lapisan kulit mati pada pori-pori yang terinfeksi. Kulit mati yang semakin menumpuk
akan menyebabkan tersumbatnya tersumbatnya folikel dan pori pori kulit. Hal ini
akan menyebabkan minyak yang dihasilkan oleh kelenjar sebasea tidak bisa keluar
karena tertutup lubang pori-porinya sehingga akan menyebabkan terbentuknya
komedo.
4.
Jerawat juga
bisa disebabkan oleh adanya bakteri yang berada di dalam pori-pori kulit. Propionibacterium acnes (P. acnes) merupakan bakteri unaerob yang
menyebabkan jerawat.
5.
Stres juga
dapat menyebabkan tumbuhnya jerawat. Stres merangsang kelenjar sebasea untuk
memproduksi minyak yang lebih banyak.
6.
Pil KB dan obat-obatan
lainnya seperti: steroid, lithium, beberapa antiepilepsi, dan iodides dapat memicu
timbulnya jerawat.
7.
Pemakaian
kosmetik dan minyak rambut juga bisa menjadi penyebab jerawat.
Jenis-Jenis Jerawat
Jerawat dapat dikelompokkan
menjadi 3 jenis, yaitu:
1.
Komedo
Komedo ialah lubang pori-pori pada
kulit yang tersumbat, bisa terbuka ataupun tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori
yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup (whitehead) memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat
sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat jenis komedo ini
disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan
pada kulit.
2.
Jerawat
biasa
Jenis jerawat ini cukup mudah kita
kenali, berupa benjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Bisa disebabkan
karena pori-pori yang tersumbat lalu terinfeksi oleh bakteri. Bakteri yang
menginfeksi bisa berasal dari waslap, kuas make up, jari tangan, juga telepon.
3.
Jerawat batu
(Cystic acne)
Jerawat batu adalah jerawat yang tampak
berukuran besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul di seluruh muka.
Penderita jenis penyakit ini biasanya mempunyai keluarga dekat yang juga menderita
jerawat jenis yang sama.
Selain pengelompokan di atas,
jerawat juga bisa digolongkan menurut tingkat keparahannya. Berdasarkan tingkat
keparahan, jerawat dapat dibagi menjadi jerawat komedo, jerawat papula, jerawat
pustula dan jerawat pustulosistik.
Cara Menghilangkan
Jerawat Secara Alami
Penanganan jerawat bisa
berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahannya. Untuk jenis jerawat yang
masih ringan seperti komedo dan tidak terjadi peradangan dapat menggunakan
kosmetik dan obat yang dijual di apotik atau di pasaran. Sedangkan untuk
jerawat yang sudah parah seperti jerawat batu yang meradang dan susah reda
walaupun sudah diobati dengan obat atau kosmetik yang dijual di pasaran sebaiknya
perlu dikonsultasikan dengan dokter kulit.
Produk kosmetik yang banyak
beredar di pasar yang bermanfaat untuk mengatasi jerawat di antaranya adalah produk
pembersih wajah. Produk pembersih wajah dan obat jerawat tersedia dalam
berbagai bentuk sediaan yang berbeda. Kosmetik dan obat yang dijual secara bebas
yang bermanfaat untuk mengobati jerawat biasanya tersedia dalam wujud sabun, cream,
cairan, gel, atau lotion. Di antara wujud produk tersebut yang paling ampuh
adalah dalam bentuk cream karena dapat melekat lebih lama pada kulit.
Selain itu, Anda juga bisa
menggunakan bahan-bahan alami dari buah-buahan atau tumbuh-tumbuhan untuk
mengobati jerawat seperti pepaya, mentimun, lobak, pisang, dll. Deni Anggraini
dkk dari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau pernah melakukan penelitian yang
berjudul Formulasi Krim Serbuk Getah Buah Pepaya (Carica papaya L) Sebagai Anti
Jerawat. Hasil pengamatan selama satu bulan menyimpulkan bahwa ada perubahan
pada jerawat, yaitu jerawat semakin lama semakin mengecil/mengempes. Hal ini
berarti krim getah buah pepaya mempunyai efek untuk menghilangkan jerawat.
Daun pepaya pun juga mempunyai
manfaat untuk jerawat. Ambil 2-3 helai daun pepaya yang sudah cukup tua lalu jemur
di bawah sinar matahari hingga kering. Haluskan daun pepaya tersebut dan diberi
sedikit air lalu diperas untuk diambil sarinya. Oleskan sari daun pepaya
tersebut pada kulit yang terserang jerawat.
Selain pepaya, Anda juga bisa
menggunakan buah lobak. Buah lobak dicuci terlebih dahulu, kemudian diparut dan
diambil airnya. Setelah itu tambahkan sedikit cuka apel dan aduk sampai merata.
Oleskan pada kulit yang terdapat jerawat, diamkan dulu sampai kering. Setelah mengering,
bersihkan menggunakan air. Ulangi secara rutin setiap hari hingga jerawat
sembuh.
Tips Mencegah dan Mengatasi Munculnya Jerawat Secara
Alami
1.
Selalu rajin
membersihkan wajah minimal 2 kali sehari menggunakan produk pembersih yang
sesuai dengan jenis kulit Anda. Kebutuhan pembersih bagi kulit kering berbeda
dengan kulit berminyak atau kulit normal, demikian juga sebaliknya.
2.
Pemakaian
pembersih yang dapat membuat kulit mengelupas dan kering bisa semakin
memperburuk penyakit jerawat, jadi sebaiknya berhati-hati. Pengobatan sendiri
juga perlu untuk selalu menjaga kelembaban kulit.
3.
Menghindari pemakaian
kosmetik yang bisa menyumbat pori-pori kulit (kosmetik berbasis minyak).
4.
Menghindari
pemakaian kosmetik rias ketika menjelang tidur.
5.
Selalu menjaga
kebersihan rambut dan jauhi pilihan model rambut yang dapat menutupi wajah.
6.
Perlu
mengurangi konsumsi makanan berlemak dan memperbanyak konsumsi vitamin C dan
makanan yang banyak mengandung zinc.
7.
Kurangi
stres berlebihan karena stres bisa menjadi pemicu berbagai macam penyakit
termasuk jerawat.
8.
Selalu memperhatikan
kebersihan wajah. Rajinlah membasuh muka dengan sabun yang cocok dengan PH
kulit anda. Sabun beras susu Thai juga sangat bagus untuk mengobati jerawat di
samping untuk memutihkan dan menghaluskan kulit.
9.
Berwudhu
juga merupakan tips yang sangat ampuh untuk mengurangi jerawat.
10.
Selalu rajin
berolahraga atau melakukan pekerjaan fisik yang banyak mengeluarkan keringat.
11.
Rajin minum
air putih setiap hari. Air putih bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari
kotoran.
12.
Jangan sekali-kali
untuk memencet jerawat karena bisa semakin memperparah jerawat atau menyebabkan
perlukaan yang dapat meninggalkan parut.
13.
Bahan
makanan yang mengandung vitamin A dapat mengurangi sumbatan pori pada seseorang
yang kekurangan asupan vitamin A.
Produk Penghilang Jerawat dan Bekas Jerawat yang Alami
dan Berkhasiat
Salah satu produk kosmetik yang
sangat terkenal di Indonesia untuk mengatasi problem jerawat adalah Paket
Pemutih Wajah Thai. Di samping berkhasiat untuk mengatasi jerawat, juga
berkhasiat untuk menghilangkan flek hitam, memutihkan kulit wajah dan badan,
dll. Paket Pemutih Wajah Thai ini terdiri dari Cream Thai (cream siang dan
cream malam) dan Sabun Beras Susu Thai. Produk-produk tersebut dibuat dari
bahan-bahan yang bersifat alami dan sangat aman untuk berbagai jenis kulit
karena telah terdaftar di BPOM RI. Paket Pemutih Wajah Thai diproduksi oleh
sebuah perusahaan farmasi terkenal yang bernama PD. Tri Putri Ayu di Tangerang.
Anda bisa melihat informasi selengkapnya seperti komposisi dan cara pemakaian,
nomor POM, testimoni konsumen, harga, dll dari link gambar di bawah ini.
Silakan Klik Gambar di
Bawah Ini Untuk Info Selengkapnya
